|
Bagaimana perjalanan karier Anda? Yang mengawali mengapa saya seperti ini, ya, saya berani. Yang namanya keajaiban itu ada hanya kepada orang-orang yang berani. Belasan tahun lalu, saya cukup berani untuk memutuskan bahwa saya mau ini. Saya tahu apa yang saya mau. Dan, saya mau apa yang saya tahu. Apa yang saya mau, berarti apa yang belum saya punya. Dan, saya tahu apa yang saya belum punya. Jadi, saya harus tahu dan saya harus mau. Itu tahap demi tahap. Saat usia itu, saya kepengin sekali menjadi orang yang kaya, pengin menjadi orang yang terkenal. Tapi, seiring dengan waktu, usia bertambah, pola pikir juga berubah. Jadi, saat saya menginginkan menjadi orang kaya, ternyata saya mendapatkan banyak kendala yang boleh dikatakan masuk ke dalam dosa. Saya jadi sombong, mengecewakan orang. Jadi, masa-masa tersebut saya lewati dan memang harus saya lewati supaya saya tahu,''Oh, ternyata kalau sombong akibatnya begini. Kalau saya mengecewakan orang, rasanya kayak begini.'' Saya dikecewakan orang juga. Saya belajar banyak dari situ. Dan, memang harus saya lewati supaya saya tahu. Setelah pola pikir saya berubah, saya ingin terkenal, ternyata saya salah. Saya tidak mau itu. Saya mau dikenal, bukan terkenal. Menjadi terkenal itu tidak senyaman dan tidak sebaik dikenal. Kenapainvestornya mau bergabung? Bukan karena bisnisnya, bukan karena Naomi Susan terkenal, tapi karena Naomi Susan dikenal oleh si investor ini. Apa yang memberi inspirasi hingga ada keinginan kaya dan dikenal? Yang jelas, sesuatu yang saya belum punya, sesuatu yang saya tahu, dan sesuatu yang saya mau, adalah keadaan. Saya tidak terlahir dari orang yang mampu, orang yang kaya. ''Kenapa anak-anak orang lain mampu sekolah sampai tinggi, ke luar negeri, saya tidak? Oh, karena saya tidak punya uang, karena keluarga saya bukan orang kaya.'' Itu menjadi motivasi, karena keadaan saya yang saya mau ubah. Saya mau mengubah taraf hidup saya menjadi lebih baik dan lebih berhasil. Banyak orang melihat Anda sekarang sudah sukses. Menurut ukuran Anda? Bagi saya, sukses itu sama dengan fana. Suksesnya di mana? Dalam hal keuangan? Kalau dalam hal keuangan, bohong kalau dia tidak mau sukses yang lain. Mungkin sukses dalam rumah tangga, sukses dalam mendidik anak, atau sukses di dalam membangun citra dirinya di masyarakat. Tidak pernah ada batasnya. Real sukses yang saya dapatkan dalam perjalanan hidup ini adalah saat nanti batasan itu selesai. So, you can't go anywhere, ''Kamu tidak bisa ke mana-mana lagi. Anda akan kembali, Anda mati, orang akan melihat dan datang ke Anda menangis dan begitu menghargai Anda.'' Seberapa banyak orang akan membicarakan Anda, seberapa banyak orang akan menghargai Anda, itulah sukses yang sebenarnya. Saya tidak menganggap adanya sukses di dalam hidup saya saat ini. Saya mau terus dan terus, tidak pernah berhenti. Apabila saya sudah mendapatkan pencapaian satu titik yang saya inginkan, mimpi saya sudah menjadi nyata, ada mimpi lain. Itu tidak akan ada habisnya. Jadi, sukses bagi saya tanpa batas. Menurut Anda, kesuksesan yang Anda raih diperoleh dari networking, motivasi, atau kemampuan diri? Kalau pengalaman saya, sesuatu yang dicapai itu karena satu kata: Bertindak. Lakukan saja. Banyak sekali orang yang pintar berpikir dengan mimpi yang tinggi, yang memiliki ide brilian, tapi hanya sedikit orang yang berani menjadikannya dan bertindak. Mengeksekusi sesuatu yang ada di pikiran mereka dengan keberanian. Orang tidak ada yang sempurna. Ada kekuatan dan kelemahan. Menurut Anda, kekuatan Anda di mana? Kekuatan saya di mulut saya. Saya itu talk active. Saya tahu, saya pintar ngomong. Makanya saya mempertajam dan mengasah kepintaran saya itu. Saya tahu bahwa saya pintar, tapi saya tidak merasa pintar karena banyak orang yang lebih pintar dari saya. Saya tahu pintarnya saya di mana, jadi saya asah itu menjadi maksimal. Makanya saya sekolah di bidang komunikasi. Dulu saya pernah ditawari jadi pengacara karena faktor saya bisa bicara dengan baik, tapi saya memilih ini. Sebelumnya Anda seorang karyawan, sekarang telah menjadi pebisnis. Apa arti dunia bisnis bagi Anda saat ini? Bagi saya, ini dunia pembelajaran. Banyak sekali saya belajar dari sini. Belajar bagaimana cara marah, bagaimana cara frustrasi, bagaimana cara membenci orang, bagaimana mencintai orang, bagaimana bisa menjadi konsultan yang baik, teman yang baik, kadang menjadi musuh yang baik. Jadi, penuh dengan pembelajaran hidup. Saya mengalami sendiri bagaimana karakter saya terbentuk menjadi orang yang tidak cengeng, tidak mudah mengeluh, tanpa putus asa. Saya belajar semuanya dari bidang bisnis. Bagaimana saya mendapatkan guru-guru saya yang terbaik, itu di bisnis. Guru seperti apa yang Anda dapatkan? Saya menemukan tiga orang guru yang luar biasa sekali bagi saya. Pertama orang yang jahat sekali, itu guru terbaik saya. Saya belajar dari sana untuk tidak melakukan itu. Kedua, saya menemukan betapa seseorang itu pebisnis yang sudah berpengalaman jatuh bangun dan sangat baik, sangat bijaksana. Luar biasa sekali manusia ini. Itu guru saya yang kedua. Guru ketiga diri saya sendiri. Saya banyak melakukan kesalahan. Saya bandel, saya nakal, saya tahu itu bahaya, saya lakukan juga. Saya kejeblos, saya hancur-hancuran, dan saya belajar dari diri saya sendiri. Ketiganya bukan mewakili satu orang, banyak sekali. Bahkan saya melihat kemampuan seorang OB tanpa memiliki arogansi tapi bisa berhasil, sukses melebihi dari orang yang memiliki gelar S-1 yang arogan. Mereka guru saya juga. Keseharian saya, saya bertemu dengan banyak orang. Itu merupakan alarm-alarm kehidupan buat saya. Saat seseorang bilang, 'Naomi itu pintar sekali', saya langsung mendapatkan alarm, apakah benar saya pintar? Berarti setiap kali ketemu orang ini, ketemu orang lain, saya harus menempatkan diri saya sebagai orang yang pintar. Jadi, saya harus belajar banyak, jangan sampai saya kelihatan tidak pintar. Ada yang yang bilang, ''Naomi kamu disiplin sekali, disiplin waktu.'' Itu alarm buat saya. Akhirnya saya harus melakukan itu, jadi terbiasa dan sudah menjadi naluri hidup, tidak betah kalau tidak begitu. Orang melangkah ke depan punya pegangan, punya moto. Anda sendiri? Kalau saya, expect the best and and get it!. Hanya sesingkat itu, tapi maknanya sangat luas. Apa pun saya harapkan sesuatu itu baik dan saya selalu melihat segala sesuatu dengan positif. Apa pun yang negatif yang berada di sekitar saya, itu saya jadikan positif. Misalnya, saya ke dokter naik taksi. Saya ngobrol lama sekali. Dokter bilang, ''Itu taksi argonya sudah mahal?'' Berarti itu sisi negatif bagi saya, karena saya harus bayar mahal. Tapi, saya langsung menjadikannya positif. Satu, memang rezeki tukang taksi itu tanpa harus capek dapat order besar dengan menunggu. Kedua, pada akhirnya kita punya waktu bicara lebih lama, itu sudah rezeki kita. Kita akhirnya mendapatkan ide-ide baru, mendapatkan solusi permasalahan baru. Ngomong-omong, apa sih yang Anda cari dalam hidup ini? Ini sudah masuk dunia lain. Kita harus terbang dari tubuh dan aksesoris seorang Naomi sebagai seorang pebisnis. Sebenarnya saya mau mencari sebuah keseimbangan. Karena bagaimanpun, mau atau tidak mau, kita memang harus balance. Kembali lagi kepada bagaimana kita bisa menyetarakannya. Kalau sekarang saya sibuk dengan pekerjaan, di sisi lain saya kurang. Saya harus punya pasangan hidup. Saya kepengin sekali, pagi-pagi pergi ke kantor, anak saya da da da. Itu kan berarti balance antara rumah tangga dan karier. Sekarang belum balance. Kemudian, apa sih yang sebenarnya menjadi tujuan saya? Saya hanya kepengin menjadi orang yang layak, apabila saya sudah waktunya untuk 'kembali'. Jadi, apabila saya belum layak untuk bertemu dengan Pencipta saya, apalagi kalau saya belum kenal baik dengan Pencipta saya, belum menjadi orang yang tahu diri sebagai orang yang diciptakan, ya saya lebih baik jangan 'pulang' dulu. Jadi, sesuatu yang di luar dari aksesoris saya sebagai pebisnis, tujuan saya hanya itu. Saya mau mendapatkan kelayakan dan kepantasan apabila saya sudah bertemu dengan Pencipta saya. Apa sih kendalanya hingga keseimbangan itu belum tercapai? Kalau dilihat dari realitas, masih terdapat egois dan idealis, sehingga keseimbangan itu tidak terjadi. Saya tidak pernah menyesali itu, saya tidak pernah menggerutu atau memikirkan apa yang saya belum punya. Karena yang Punya melebihi dari itu semua. Saya terbiasa berterima kasih dan bersyukur dengan apa pun yang saya miliki. Saya tidak mau mengeluh dengan apa yang saya belum dikasih. Pernahkah Anda berada dalam kesendirian, merenungkan perjalanan hidup Anda? Apa yang Anda rasakan? Saya jarang di situasi seperti itu. Tapi, kalau merenung, terutama bicara pada diri sendiri, bicara sama Tuhan, di mana pun saya melakukan itu. Lebih sering di mobil, karena saya menyetir sendiri, jalanan macet. Saya suka ngobrol sama Tuhan, ngobrol sama diri sendiri. Tapi, jarang saya lakukan mengingat masa lalu saya. Buat saya, segala kekhawatiran saya di masa lalu sudah selesai. Makanya kita bisa mengendalikan dan menguasai masa lalu itu sehingga adanya hari ini. Tapi, masa lalu menjadi tolok ukur. Apa yang salah di masa lalu, jangan dibuat lagi di masa sekarang. Saya juga tidak mau memikirkan kekhawatiran saya di masa depan. Saya hanya khawatir pada hari ini. Hari ini saya punya jatah hidup apakah sampai penuh 24 jam? Kalau tidak penuh apa yang saya lakukan? Kirim Mahasiswa Studi Kewirausahaan di Malaysia Naomi mengaku bisa kuliah di Amerika karena adanya bantuan dari berbagai pihak. ''Perjalanannya jadi kenangan indah sekarang. Usaha dari beberapa keluarga dan teman. Banyaklah bantuan orang-orang,'' ujar penggemar traveling ini. Saat berupaya bangkit dari jatuh, Naomi mendapat dukungan fleksibilitas dalam berbisnis. ''Oke saya membantu kamu. Apabila terjadi rugi, sekian periode, kamu tidak usah menanggung kerugian itu. Tapi, saat sudah mendapatkan income, kita baru fair-fairan deh. Kalau ada rugi, kita tanggung sama-sama,'' ujar Naomi mengulang ucapan Wibowo Gunawan, yang mengajaknya berbisnis. Naomi menganggap Wibowo sebagai guru yang baik, yang sabar memberikan pengarahan. ''Dia bilang, kalau saya trauma dengan sesuatu, trauma dengan kedalaman, misalnya berenang, saya harus menceburkan diri ke dalam traumatik saya itu. Jadi, kalau takut nyemplung ke dalam kolam renang, kita tidak akan takut apabila kita tahu berapa dalam itu. Jadi, nyebur dan ukur dalamnya, sejauh mana kamu akan tenggelam. Dari situ kamu bisa mengantisipasi,'' ujar Naomi. Sukses yang diraihnya kini ikut mengantarkan dirinya kembali ke dunia pendidikan. Institute Optopreneur (IO) Malaysia yang disponsori oleh England Optic Group menunjuk Naomi Susan sebagai kepala perwakilan di Indonesia. Lembaga pendidikan milik Dato Dr Chin See Keat yang menerapkan metode on the job training ini memberikan kepercayaan kepada Naomi untuk memilih calon peserta yang berhak mendapatkan beasiswa dari seluruh Indonesia. ''Ini baru bagi saya. Tapi, bagaimana cara menjalankannya atau mempromosikannya, itu biasa, karena saya tahu kekuatan saya di marketing, lobbying, speaking. Seorang salesman yang baik harus bisa menjual apa pun yang diberikan kepadanya,'' ujar Naomi. Dr Dato Chin itu teman lama Anda? Tidak. Kita baru kenal. Sebenarnya ada beberapa kandidat yang dicari oleh team work-nya. Saya bertemu Dato itu setelah melalui beberapa tahapan seleksi. Jadi kalau misalnya mau main sinetron, saya tidak langsung dapat peran, casting dulu. Tawaran itu diambil karena melihat ada peluang atau karena ada misi sosial di dalamnya? Saya mengesampingkan sisi sosial dalam pembahasan. Saya lebih mau dalam tindakan. Sisi sosial tidak harus dikatakan, tidak harus disebutkan. ( ) Note:
to get more about Naomi Susan, please kind browsing from http://www.google .co.id ( search Naomi Susan ) KOMPILASI PERTANYAAN
Harian SEPUTAR INDONESIA (Grup RCTI) Daftar Pertanyaan Bagaimana kiat Anda dalam bernegosiasi dengan mitra bisnis? ** kiat sih tidak ada, tehnik juga tidak ada, karena biar bagaimanapun juga di dalam bernegosiasi dengan mitra2 bisnis saya, saya selalu mau yang transparant, tidak OPUD ( Over Promisses, Under Deliver ) apalagi dengan para investor/pemegang saham, sampai saat ini dengan beberapa perusahaan yang saya bangun, semua melibatkan investor dan melakukannya semua dengan tulus tanpa negosiasi…hanya memberikan penjelasan yang baik dan benar sehingga mitra bisnisku bisa menerima apa sih untung ruginya? Semua sudah saya terangkan kemungkinan2nya…bisa menang bisa kalah…Namun bukan berarti factor tsb tidak diimbangi dengan bagaimana cara penyampaiannya…yang penting adalah " HOW you say it, not WHAT you say it " ( contoh WHAT you say it adalah : " Mas Syahrir Malas! " tapi kalau HOW adalah " Mas Syahrir kurang rajin " judulnya tetap sama…yaitu malas…iya kan? Hehhehh….. kemudian yang kita sampaikan harus Beeing Agreed, disetujui dan masuk di-akal ( contoh : "setujukah Mas Syahrir kalau saya katakan ingin memiliki kehidupan yang lebih baik dari hari ini ?" atau " Saya yakin, Anda tidak mungkin mau membeli produk yang tidak akan menguntungkan dan tidak bermanfaat bagi Anda, bukankah begitu? "). Dalam bernegosiasi, sebelum ditolak, kita harus bisa tidak menolak diri kita sendiri dulu….adakah rasa percaya diri? Adakah kita mendatangkan suatu kebaikan/keuntungan? Bukan bagian dari biaya, tapi bagian dari investasi atau suatu keuntungan….dan kalau dalam berjualan yang penting adalah dengar dan tahu dulu kenapa klien menolak? Alasan penolakan tsb adalah kekuatan kita untuk alasan klien untuk membeli ( misalnya Naomi jualan Boneka, menawarkan ke Mas Syahrir…. Sudah tentu Anda akan menolak….dengar alasannya apa? " engga ah, aku kan laki-laki, masa beli boneka? " nah alasan itu yang akan kita jadikan kekuatan dengan " Oh begitu ya Mas, tapi mas pasti punya anak perempuan? Teman? Pacar? Mau memberikan kado? " kemudian, saya juga tidak mau jadi "terkenal" tapi mau "dikenal" bedanya yah jelas…Inul kan terkenal…tapi Naomi tidak bisa berbisnis dengan Inul, tapi kalau dikenal…beda… kok naomi bisa buat bisnis bareng dengan Alino Sugianto ( Sony Ericsson ), Yudi Wijaya ( Mobil iklan ), dll karena, naomi dikenal oleh mereka….yang penting dalam bernegosiasi adalah jangan memaksakan kehendak kita….Better they didn’t buy your product but you still have a good relationship with them, THAN they buy but being pushed, defenately you wont get relationship anymore… itu yang terjadi dengan seorang Naomi Susan…saya tidak pernah melakukan itu, makanya sampai hari ini, kekayaan saya adalah di networking…hubungan yang baik dengan rekan2 yang dari dulu sampai sekarang berjalan baik…walaupun kebanyakan dari mereka adalah dulunya calon klien…tapi jadi teman…hubungan terawat dengan baik. Sebenarnya dalam negosiasi itu There is no such thing as "hard negotiation" and "soft negotiation" tapi yang ada hanya "smart negotiation" and "stupid negotiation." …. Selama kita melakukan segala hal dengan tulus dan menjunjung tinggi suatu komitmen…maka tanpa trik dan kiat2 khusus bagi saya untuk bernegosiasi dengan mitra usaha, baik investor, klien, customer bahkan dengan teamwork saya, saya tidak mengalami kendala… Menurut Anda, terjun di dunia bisnis karena faktor bakat atau latar belakang pendidikan? Hmmmm…There are two kinds of talent, man-made talent & God-given talent. With man-made talent you have to work very hard. With God-given talent,you just touch it up once in a while….. saya setuju dengan factor punya bakat…latar pendidikan tidak terlalu juga tapi penting untuk standarisasi dan pola pikir…..saya bukan terlahir dari keluarga yang berkecukupan jadi I BUILD the business bukan LEARN the business ( bedanya kalau Learn kan yeah….saya tinggal melanjutkan bisnis keluarga saja….), namun yang menjadi factor terpenting bagi saya justru adanya 4-K ( Kemauan, Kemampuan, Kesempatan, Keberuntungan ), masing2 ada formula penjelasannya…KEMAUAN= saya mau, saya punya mimpi, saya mau menjadikannya nyata, mimpi akan menjadi suatu motivasi bagi saya untuk bisa lebih baik dan berhasil. KEMAMPUAN= saya tahu saya pintar, bukan merasa pintar karena banyak orang yang lebih pintar dari saya….maksudnya saya tahu saya pintar dan memiliki kemampuan dimana? Di "mulut" yah saya pertajam, asah, sekolah di bidang yang berhubungan dengan komunikasi….agar bisa lebih spesialisasi di marketing, lobbying, conviencing...KESEMPATAN= datangnya adalah dari rekan2, networking kita, realasi kita, misalnya…aku kenal dengan Mas Syahrir yang bisa nulis, terus temanku mau buat buku/biografi…naaaahhh kesempatan kan? Aku kenalin aja…kamu dapat Job, temanku bisa jual dan buat bukunya, aku dapat komisinya….KEBERUNTUNGAN= formulanya sangat sederhana…." Siap dengan kesempatan" itu saja….jadi kalau ada yg bilang " ah Naomi mah hoki…" itu salah besar….karena saya selalu berusaha siap dengan kesempatan…( misalnya, saya dipanggil oleh Bill Gates, hey Naomi..kamu saya angkat jadi kepala programmer di Microsoft….HAH? WHAT? Naomi mana bisa? So…. Naomi tidak beruntung karena tidak siap dgn kesempatan…. Mungkin lucu ya kalau saya berikan prosentase matematika tentang berhasilnya seseorang di bisnis maupun dikehidupan sehari-hari….ok…coba tulis huruf "A" s/d "Z" dan diberi angka masing2nya, contoh A=1, B=2, C=3 dst sampai Z=26, kemudian hitung angka2 dari masing2 huruf yang terdapat di : KNOWLEDGE ( K=11, N=14, O=15 dst total 96% ) ; HARDWORK =98% ; WISE PLAN = 99 % .... ketiga rumusan tsb sangat mendekati kesempurnaan….bisakah kita mendapatkan angka total 100%? BISA ! ada di ATTITUDE ( 100% ) dan DISCIPLINE ( 100% ) Menurut Anda, pebisnis yang ideal seperti apa? ** yang ideal?banyak dasar2nya, Punya visi dan misi, Berkomitment tinggi, Peka terhadap peluang, Risk taker, Twist failure to the opportunity, Knows how to start and know when to stop, Tahan dengan tekanan stress, Menghargai teamwork. NAMUN… setelah dasar2 yang ada, pebisnis yang ideal secara singkat dan berhasil di mata masyarakat adalah adalah pebisnis yang BUKAN mampu membuat perusahaan untung, tapi pebisnis yang mampu membuat perusahaan untung TERUS … Siapakah tokoh idola Anda dalam dunia bisnis? ** hmmm… siapa ya…tidak ada yang spesifik sih ya…tapi saya mempelajari saja bagaimana mereka bisa berhasil seperti si spekulator George Soros, strategi dan bagaimana cara mempertahankan maupun memgembangkannya " sell while people buy, buy while people sell " …ada lagi Ruferd Murdockh si raja media…yang focus kepada bidang media, ada kalimat yang masih tertanam di otak saya dari seorang pebisnis hebat dunia adalah " Jangan jual apa yang kamu buat, tapi buatlah apa yang kamu jual " maksudnya, jangan mentang2 kita bisa dan suka akan sesuatu, lalu kita buat dan kita jual, padahal belum tentu market "mau" menerima… tapi kalau ada demand, buatlah dan jual-lah…saya tidak suka nyalon…tapi bisnis baru saya adalah salon heheeheh karena marketnya ada dan demand-nya masih besar…kalau boleh berbagi suatu pembelajaran atau motivasi…saya mau memberitahukan apa yang dikatakan oleh Thomas Watts Edissons, waktu dia menciptakan lampu, berkali-kali salah, kesetrum dan lain sebagainya, namun dia bilang " 99 kali saya salah, tapi saya telah mendekati keberhasilan karena hanya tinggal mencari kesempurnaan sisanya saja…" Banyak yang menilai bahwa pebisnis Indonesia belum tahan banting. Menurut Anda? ** heheeheheh….tergantung juga…saya tidak sependapat 100%...yang tidak tahan banting adalah pebisnis yang belum siap mental saja…tanpa perhitungan…kalau saya dianggap sebagai salah satu pebisnis di Indonesia, saya berani menyatakan bahwa saya siap menjadi "GOOD LOOSER " tidak hanya mau menjadi "GOOD WINNER" karena semua orang bisa dan mau akan itu…so..diantara pebisnis Indonesia yang dinilai belum tahan banting, ada seorang yang namanya Naomi Susan yang sudah dibontang – banting tapi belum kapok-kapok juga hahaahahahah…. Di Indonesia, untuk berbisnis seorang pengusaha harus siap dengan berbagai biaya siluman, dampaknya memunculkan biaya tinggi dan produk mereka menjadi tidak kompetitif di pasar. Bagaimana mengatasinya? ** Cross Subsidise….
Manly Magazine Pertanyaan: 1. Apa sih bisnis yang dilakukan sekarang? ** sekarang aku lagi focus sama "bayi" baru yaitu PT. NATURAL SEMESTA yang bisnisnya ada café, salon, digital foto studio dll…. Sementara sedang rawat bayi baru, maka di perusahaan2 lain, aku "non-aktif" dulu, karena bayi2 tsb sudah besar dan sudah bisa jalan sendiri, cari makan sendiri, mandiri, dan memiliki team2 yang sudah ber-tahun2 terlatih untuk bisa menghadapi tantangan2 yang terjadi, namun aku tetap turun tangan apabila ada yg signifikan, dan tetap pada komitmen yang selalu aku pegang teguh, apalagi kalau pas lagi liburan sekolah, tanggal merah "kejepit" atau ada corporate company yang mau and mesti charter pesawat, yah aku kan pencharter, pendana, tidak perlu "jualan" karena sudah ada marketnya, tidak langsung ke end user melainkan travel agent yang mengambil dari kita, atau corporate client yang langsung booked 128 seats, kita arrange dengan hotel rekanan kita, semua sudah terkendali, atau , misalnya Card CONNECTION International, ada klien baru, toh networking-ku sudah ada dan eksis, diseluruh Indonesia bahkan seluruh dunia, hanya tinggal di"pakai", begitu juga dengan Send N Save…merchants, program, kerjasama, koneksi tekhnologi berbasis SMS dengan semua operator sudah terjalin selama ini, tinggal semarakkan dengan bermacam-macam program/game menarik agar terus mendapatkan respons dari customer…sama halnya dengan kapal Feri…trayek dan jalurnya sudah rutin…toko-toko dll…semua sudah berjalan sendiri tanpa Naomi Susan di sana juga tidak apa-apa…jujur saja banyak tawaran kerjasama yang dipercayakan ke aku, tapi saat ini, aku tetap teguh dan mau menjadi "ibu" yang baik bagi bayi baruku, sebut saja kesempatan besar dari Singapore, aku dipercayakan dan ditawari untuk memegang Master Franchise untuk Indonesia dari SCI ( Smart Card International ) jenis rewards program secara worldwide, aku tahu cara kerjanya, tapi waktunya belum bisa aku realisasikan sehingga nantinya tidak akan maksimal, selanjutnya tawaran dari Malaysia untuk Master Franchise di Indonesia program seperti "who wants to be Millionare" tapi Offline tidak seperti yang di TV, berupa kupon yang didukung oleh pemerintah/Malaysia Tourism, cukup sukses di Malaysia, yah sampai hari ini, belum juga bisa aku terima, waktuku hanya 24 jam, keseimbangannya saja belum bisa aku lakukan yaitu 8-8-8 ( 8 jam bekerja, 8 jam istirahat, 8 jam bercengkerama dengan keluarga/teman/berlibur ) , paling kalau diminta jadi tamu pembicara di seminar2 yah masih bisa aku terima asalkan waktunya ada dan aku bisa secara maksimal memberikan pengalaman2 yang bisa memotivasi para audience, ada tujuan untuk memberikan "sesuatu" yaitu pengalaman jatuh dan bangun heheheh namun aku tetap "pebisnis" bukan "pembicara" jadi setiap adanya tawaran jadi pembicara, aku selalu meminta sebagai guess speaker saja….sekarang aku juga sudah tidak "ngajar" di perusahaan-perusahaan yang memintaku untuk menjadi motivator, bahkan jadi dosen tamu di Untar ( ajakan salah satu dosen Untar ) pun belum tentu dapat aku jalankan…hmmmmm…sibuknya punya bayi baru heheeheheh……. berapa jumlah karyawannya? ** berapa ya…banyak sih…heheheh….. 2. Bagaimana meng-handle bisnis ini? ** setiap bisnis pasti ada tantangannya, dan aku berusaha untuk maksimal di dalam melakukan sesuatu, walaupun terkadang aku belum bisa menyelesaikan kendala atau tantangan yang ada, yang jelas harus dari pribadi diri sendiri dulu, jangan OPUD ( Over Promisses, Under Deliver ), adalah komitmen, gentlement, trustable sebagai pebisnis, setiap bisnis pasti ada resikonya…bukan "beresiko" beda loh ya…bisnis2 yang aku buat tidak "berisiko" karena tidak melanggar norma2 susila atau narkoba, jadi tidak beresiko, namun setiap bisnis ada resiko…itulah judi…bisnis adalah gambling…bagi aku…judi adalah bagian dari bisnis, tapi judi bukan bisnis….jadi bisnis yang aku buat…akan menang atau kalah tergantung dari penerimaan market terhadap produk yang aku buat…aku akan siap menjadi " Good Looser " apabila bisnisku tidak berhasil, karena sebagai "good Winner" semua orang bisa dan mau, tapi apakah bisa dan siap untuk menjadi " Good Looser"? aku siap, karena bisnis seperti tanaman yang apabila sudah kita rawat, pupuk, namun tidak tumbuh dengan baik, maka jangan ragu untuk mencabutnya dan menanamkan tanaman baru…tapi kalau tanamannya subur…jangan segan2 untuk menanamkan tanaman yang sama…. Apa kiat utamanya? ** kiat utamanya adalah…berbisnis dengan cinta, make everybody happy, lakukan semuanya dengan tulus, baik dan benar….itu secara personal…namun secara professional yah harus dipersiapkan segala strategi, harus punya Plan A dan dampingi dengan Plan B…karena setiap Plan belum tentu akan berhasil sehingga harus ada back-up, termasuk strategi marketingnya yang tidak boleh lari dari konsep 4-P ( adanya Produk, Price, Promotion, Place / distribusi ) 3. Prinsip Anda dalam berbisnis? ** " Jangan menginjak kaki orang, jangan mencakar, apalagi menumpahkan "bakul" nasi orang sampai orang tidak bisa "makan"…. Namun perlu dilihat…Tergantung prinsip kepada siapa dulu? Kalau kepada pemegang saham, yah yang jelas selama ini aku melakukan berbagai bisnis dengan melibatkan investor dan mereka tetap mau bergabung, berarti ada " sesuatu" yang dipertimbangkan dari seorang Naomi Susan…kalau prinsip kepada customer…jelas satisfaction is barometer of success…give them more than what they’re expect…berikan solusi dari masalah yang dibutuhkan oleh customer…karena biar bagaimanapun juga, customer berbicara dengan "dompet" mereka, tidak perduli seberapa besar bisnis kita, atau seberapa hebat orang-orang sipemiliknya…yang mereka mau adalah bagaimana cara saya mendapatkan solusi yang saya inginkan…..kalau prinsip kepada teamwork yang bekerja…hargai mereka seperti bagaimana mereka menghargai kita…aku akui…tanpa teamwork yang mendukung dan support aku, maka tidak akan pernah ada seorang Naomi Susan hari ini….aku terlahir dari teamwork-ku yang selama ini membuat aku bisa menjadi dewasa…. Puji mereka di depan banyak orang…namun tegur mereka hanya 4 mata saja….beri motivasi..jenjang karir…penghargaan..bahkan jangan ragu untuk memberikan kesempatan bagi team yang memang berkompeten atas dedikasi, loyalitas, kejujurannya dan effort-nya untuk menjadi salah satu pemilik dari perusahaan kita…sebagai pemegang saham… 4. Apakah karier begitu penting dalam hidup Anda? ** dulu aku pernah berkarir untuk hidup ( karena kalau tidak berkarir, aku tidak bisa hidup, tidak punya uang… ) namun sekarang aku justru sudah hidup untuk berkarir…karena aku suka bekerja…orang bilang Naomi Susan senang uang…hahahahah…tidak 100% benar walaupun memang aku perlu uang…namun aku tidak "senang" uang…aku suka dan senang "mencari"-nya… bagi aku uang tidak untuk di"simpan" tapi uang itu untuk di"cari"…makanya capital-capital yang ada sebisa mungkin menjadikan diri kita sebagai "capitalist" … jangan percaya kalau ada yang bilang , " uang" bisa membuat "uang"….perlu di-ingat dibalik pengembangbiakkan uang tsb ada "orang" nya yang menjadi petani/peternak nya…yang mengembangkannya…. 5. Karier tertinggi menurut Anda itu seperti apa? ** aku tidak pernah berfikir ada karir tertinggi loh….apalagi merasa memiliki karir yang tinggi, karena kalau hal tsb terjadi padaku, maka I will stuck and I will not go anywhere….tidak ada karir tertinggi bagiku…aku mau terus dan terus berkarir tanpa mencari ketinggian karir tsb….aku masih "hijau" , aku tidak pernah merasa sudah " matang " karena dengan begitu…hijau akan mencapai kematangan….bagaimana kalau sudah merasa matang? Akan membusuk…. Lebih baik apabila karir tertinggi ditempatkan pada saat kita sudah tidak bisa kemana-mana lagi…yaitu…"berpulang"…nah…karir itulah yang paling tinggi…berapa banyak orang yang akan datang melayat…mengenang…adakah sesuatu yang dapat ditinggal untuk dikenang dari seorang Naomi Susan? 6. Filosofi hidup Anda? ** Hidup ini hanya sementara, jadi filosofi hidupku adalah…" habiskan harimu dengan sesuatu yang baik, lebih baik, dan tuju ke yang terbaik " kalau Motto Hidup " Expect The BEST and GET it ! 7. Dalam bisnis ada kawan dan lawan, bagaimana Anda menyikapinya? ** Terima kasih Tuhan, sampai hari ini aku belum punya kawan yang jadi lawan…karena apapun yang namanya kerjasama, usahakanlah transparan terhadap para rekan bisnis…walaupun ada yang "teman" ku mungkin yang akhirnya menjadi "lawan" dengan membuka usaha/bisnis serupa dengan aku…tapi aku tetap manganggapnya teman…tidak menjadi lawan..toh…"kue" yang ada harus bisa berbagi, tidak boleh serakah, lagipula aku punya "Accountant" yang maha hebat yang tidak pernah salah hitung maupun salah ngasih setoran ke orang lain kalau memang itu milikku hehehhhe….. 8. Dimana enjoy-nya berbisnis? ** enjoy-nya ada di PROSES….karena tidak ada bisnis yang bisa terjadi secara instant dan tunai….harus dicicil…diangsur…prosesnya itu yang membuat aku enjoy…kesabaran…tekanan stress…kendala-kendala…waaahhh….pusing…namun nikmat…apabila satu persatu dapat terselesaikan…bagaimana kita mendapatkan ayam? Dengan cara "menetaskannya" bukan "membantingnya" iya kan….bayangkan pada saat seorang Ibu yang akan memiliki anak? Yang nikmat adalah proses mengetahui bahwa dia hamil…melalui 9 bulan…merawat…hmmm…anaknya nakal…tidak mau makan…tapi pada saat anak tsb sudah besar….kenangan akan proses sebelumnya sangat indah….. ME ( Male Emporium ) ABOUT LOVE 1. Kita pernah cerita soal cinta dahulu kala, apakah prinsip itu tak berubah bahwa cinta itu soal give, give, and give? ** YUP ! tetap sama…give, give and give…. Bukan take and give…makanya sampai sekarang aku merasa kok belum sanggup memiliki pasangan ya….? Hahahaha karena yah itu…waktuku sangat terbatas sehingga belum dapat merealisasikan prinsip tsb di atas… 2. Lelaki seperti apakah yang Anda harapkan sebagai pendamping Anda? ** Yang baik…. Kata "baik" hanya 4 huruf….yang aku harapkan untuk pasangan hidupku itu yah itu…4 huruf itu saja….. 3. Bagaimana bila lelaki yang Anda cintai itu tidak setinggi Anda secara posisi dan finansial? ** aku tidak merasa tinggi, baik financial maupun posisi…karena lelaki yang aku cintai akan mencintai seorang Naomi Susan dengan "apa adanya" , bukan dengan "ada apanya" … lepaskan semua aksesoris yang ada…karena hubungan tsb akan berdasarkan kepada hubungan yang fundamental…ke yang lebih penting…yaitu " hidup Takut akan Tuhan " 4. Karier bagus, penghasilan oke, bagaimana Anda menyikapi lelaki-lelaki yang mendekati Anda? ** Loh emangnya ada? Hahahahahah….yah mau didekati atau mendekati atau terdekati…yah tidak apa-apa kan…? Emangnya kenapa gitu? Sikapi dengan manis…respect mereka agar mereka pun bisa respect kepada aku…so…no problemo selama ini…. 5. Bagaimana cara Anda melihat lelaki itu tulus terhadap cintanya? ** wah….yah yg tadi itu…menyayangi aku dengan "apa adanya"…. 6. Alasan terkuat sampai saat ini masih menjadi single woman? ** aku tipe "menunggu" bukan "mencari" dan alasan terkuat lain lagi adalah…aku masih mau hidup untuk orang banyak…bukan hidup untuk diri-ku dan kepentingan pribadiku dulu saat ini… 7. Bagaimana dengan desakaan keluarga terutama orangtua agar Anda menikah? ** hahahahha kadang memang stress juga…tapi komunikasi dengan baik dan pengertian yang beralasan kuat akan membuat keluarga memahami dan memakluminya….karena kebetulan mama-ku sangat percaya akan apapun yang aku lakukan…semua nya penuh dengan pertanggung jawaban, aku yang akan menjalankannya, aku yang akan merasakannya, aku yang akan menerima akibatnya… 8. Pernikahan bagi Anda itu apa? ** pernikahan adalah menyatukan 2 perbedaan menjadi satu, pernikahan adalah komitmen, pernikahan adalah muara untuk menghabiskan sisa hidup yang ada bersama dengan pasangan yang dinikahinya….pernikahan adalah penyelamat dari dosa yang nota bene setiap orang dewasa tahu apa yang menjadi dosa "pra-nikah" 9. Apakah membuat target untuk diri sendiri terhadap pernikahan itu? ** hehehhehe tiap tahun sih ada aja gumaman " ah tahun ini aku mau akhiri masa lajangku ah…." Tapi sampai tahun ini masih aja jadi single hahahaahah kapan ** secepatnya, secepat ku dipertemukan dengan pasanganku itu…tiap malam aku selalu berdoa buat dia, dan percaya bahwa Tuhan selalu menjaga dia dimanapun dia berada, sampai nanti kalau sudah tiba waktunya Tuhan mau mempertemukannya ke aku yah…itulah si "dia" siapapun dia….. dan bagaimananya? ** dan…tidak usah menunggu di lamar…aku bisa langsung minta di ramal aja hahaahah eh di lamar…bukan di ramal…. 10. Bila menikah, apakah Anda akan melakukan perjanjian/komitmen terhadap pernikahan Anda? ** setiap apapun yang kulakukan, selalu ada sebuah paket yang namanya "komitment" tidak bisa ditawar…itu Wajib…bukan Cuma pernikahan ataupun bekerja….komitment sudah menyatu di setiap kata-kata yang keluar dari mulutku…. 11. Komitmennya apa saja kira-kira? ** hmmmm…..akan mengalir seperti air sajalah…yang jelas komitment bersama dan utama yaitu " Hidup Takut akan Tuhan " itu yang tidak bisa ditawar… 12. Apakah juga akan membuat pemisahan harta antara Anda dan suami? apa untung dan ruginya? ** Hahahahah…. Pernikahanku, suamiku, keluargaku…bukanlah transaksi dan investasi…jadi tidak akan ada perhitungan untung ruginya…semuanya akan mengalir seperti air…akan dijalankan dengan tulus…dengan kasih…dengan cinta…. 13. Bagaimana soal seks? ** aku tidak suka "sex" karena hal tsb merupakan transaksi atau hubungan yang tidak berdasarkan pertanggungjawaban moral, namun kalau disebut " making love" lebih memungkinkan karena ada rasa cinta dari keduabelah pihak, bukan for fun ataupun one night stand….hmmm….semua perlu proses..tidak bisa instant….tidak bisa dilakukan dengan orang yang bukan kita cintai….maaf kalau pendapatku ini akan membuat sebagian orang tidak setuju, namun berbicara tentang Naomi Susan, yah iutlah aku….I don’t like Sex…Apa makna itu bagi Anda? ** Sex ? maknanya? " A woman is flax, a man is fire; the devil comes and blows the bellows "…. Kalau Making Love maknanya " I Love You…." 14. Seks sebagai wujud cinta, apakah Anda menyetujui itu? ** Nope ! not at all… 15. Ada yang bisa ditambahkan mengenai pendapat Anda soal tema ini? ** hmmmmm no comment better kali ya, daripada menjadi munafik atau menyinggung perasaan orang yang tidak menyetujuinya…hehhehhe… . 16. Lelaki sekarang menurut Anda seperti apa? ** seperti dahulu kala…tetap mau di " atas " hahhaahahh namun sekarang sudah terdapat emansipasi….dan mulai ada pengakuan ataupun pemahaman akan hal tsb sehingga lelaki jaman sekarang tidak lagi menganggap remeh kaum wanita…. HIDUP 1. Apa obsesi hidup Anda? ** Obsesi hidupku, aku mau menyenangkan orang banyak, aku mau berkarir, bekerja, berbisnis, lagi…lagi…yang baru lagi…lagi dan lagi…karena banyak kepala rumah tangga yang bisa punya penghasilan dari usaha yang akan aku bangun…karena aku akan hidup 100 tahun lagi….TAPI…aku mau jadi orang yang berserah, pasrah, orang yang terendah, berbuat banyak kebajikan, bedoa dan beribadah disetiap apapun yang kulakukan, baik lagi driving…lagi kerja…lagi berbicara…lagi tidur…aku mau selalu melakukannya dengan beribadah..karena aku akan "pulang" dan "dipanggil" saat ini, besok, atau lusa….pada saat aku sedang melakukan ibadah…. 2. Apa yang paling membuat Anda susah, dan senang? ** yang paling membuat aku susah apabila aku telah "menyusahkan" orang lain, yang membuat aku senang apabila aku telah "menyenangkan" orang lain 3. Bagaimana ANda menjalani hidup Anda? ** aku jalani hidup dengan penuh motivasi, penuh dengan inspirasi, penuh dengan semangat, berfikiran positif, karena aku akan hidup dengan umur yang panjang …NAMUN… aku menjalani hidup seperti air mengalir yang akan membawa aku kemana saja, keadaan apapun juga, karena aku "siap" kapanpun kalau aku harus berpulang". 4. Apakah Anda menikmati hidup Anda? ** sangat sangat…sangat..sangat.. menikmati…hidup ini indah…aku tidak pernah meminta kepada Tuhan untuk mengurangi cobaan, ujian, test…seberat apapun aku mau hadapi karena aku mau "naik kelas" tapi aku meminta kepada Tuhan beri aku kekuatan, beri aku jalan keluar, beri aku solusi…. Apakah masih ada yang kurang? ** aku bersyukur dengan apa yang sudah kudapat, aku tidak mengeluh dengan apa yang aku belum punya….yang belum kudapat… aku tidak pernah bilang " uh…aku punya masalah yang besar…Tuhan…." Tapi aku selalu bilang " Hey Masalah, aku punya Tuhan yang Besar… !!" 5. Hidup Anda dedikasikan kepada siapa? ** kepada Tuhan, kepada Orang banyak, kepada keluarga…. SWA Magazine Awal karir Mbak naomi? Saya mengawali karir saya dari Nol besar, setelah lulus kuliah, saya bekerja di INDOMARBLE MACHINERY sebagai Marketing, terus terang tidak banyak ilmu yang saya dapatkan dari perusahaan tsb yang nota bene adalah masih ada hubungan saudara/family jadi banyak sekali fleksibilitas yang diberikan kepada saya sehingga saya tidak menjadi dewasa di dalam memutuskan sesuatu maupun mengerjakan sesuatu, tetapi walaupun demikian, saya serius bekerja dan menjalin hubungan yang baik terhadap semua klien-klien saya. Saya sekolah mengambil jurusan PR dan Comminication Bisnis, karena saya tahu bahwa kelebihan saya berada di "mulut" sehingga perlu di asah secara profesional untuk menjadi bekal bekerja nantinya, sempat juga saya ditawarkan untuk menjadi pengacara karena alasan yang sama tsb yaitu "talent" yang saya miliki. Sejak duduk di bangku SMA, saya sudah bisa mencari uang, saya ikut tante saya yang business woman jual beli tanah di daerah Jonggol, yang tadinya hanya bantu di administrasi, sampai turun ke lapangan dan mengerti betul bagaimana cara mengembang biakkan uang secara smart way, not hard way, seperti contohnya adalah, pada saat kita sudah bernegosiasi untuk membeli sebidang tanah, maka disaat yang hampir bersamaan juga, tanah tsb kita tawarkan ke rekanan calon pembeli sehingga terjadilah transaksi yang terlebih dahulu dibuat "margin" untuk tawar menawar...bisa dibayangkan...mendapatkan profit tanpa harus mengeluarkan uang...maksudnya... kita hanya memberikan uang "tanda jadi kepada pihak penjual, dan kemudian mendapatkan pembayaran dari pihak pembeli, kemudian terjadilah transaksi yang sepertinya si pemilik tanah adalah kita, dan kita re-sell yang padahal mungkin hanya dengan jarak waktu 24 Jam saja....nah dari situ saya mendapatkan komisi dari tante saya yang saya kumpulkan sedikit demi sedikit, kemudian karena saya sudah dikenal oleh beberapa rekan tante saya itu, lalu saya diberikan kesempatan untuk mencobanya yang sudah tentu tetap dibimbing dan klien-klien yang ada tetap respect kepada tante saya, sedangkan saya masih tetap dianggap sebagai asisten administrasinya saja, padahal beberapa transaksi yang terjadi sudah merupakan projek saya atas nama tante saya tsb. Bisa dibayangkan bahwa pada saat usia belasan tahun dan duduk di bangku SMA, saya sudah bisa cari uang sendiri dan di "rusak" oleh uang tsb dengan dampaknya yaitu, mau cepat selesai sekolah karena mau cari uang...( sudah mata duitan heheheheh ) Adakah kendala yang ditemui di awal sepak terjangnya? Apa yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah itu? Kendala yang saya alami di awal karir saya adalah, MASIH ANAK INGUSAN, tubuh saya kecil dan usia saya pun masih 20 tahunan sehingga transaksi yang terjadi tsb harus tetap di back up oleh figur tante saya atau boss saya, padahal kalau mau jujur, saya merasa pada waktu itu bahwa " I’, a damn good..." masih kecil tapi sudah bisa menghasilkan klien-klien yang bisa sampai bertransaksi dengan saya. Hal yang sama juga terjadi pada saat saya menjadi Share Holder, Pemilik saham dari PT. OVIS INTERNATIONAL ( produk Card Connection International ), dengan menjabat sebagai seorang Direktur, bertubuh kecil dan usia pun masih 22 tahunan...wahhh... klien saya mungkin beranggapan " hmmmm...Direkturnya kecil begini, apakah perusahaannya adalah perusahaan main-mainan? ) . Sebelum menjadi Direktur saya sempat bekerja di Perusaahaan Advertising Company sebagai AE ( Account Executive ), lalu berkeinginan untuk memiliki usaha sendiri dan akhirnya saya terjun ke lantai Bursa, memainkan uang sendiri di Saham Komoditas, saya kalah banyak, uang yang selama ini saya kumpulkan nyaris habis total, rasanya perih sekali waktu itu, sampai akhirnya saya memutuskan untuk sekolah lagi, mau melanjutkan ke Australia. Selagi menunggu surat-surat selesai, saya sempat membaca lowongan pekerjaan di salah satu surat kabar, " Dicari Merchant Consultant " lalu saya mencoba melamar dengan tujuan sambil menunggu surat-surat selesai, saya kerja sebentar saja dulu, ternyata lamaran saya tsb ditolak oleh Pimpinan perusahaan PT. OVIS UTAMA ( produk OVIS dining Club ), kemudian satu bulan kemudian, saya dipanggil lagi untuk menjabat sebagai PR ( Public Relation ) dan ternyata saya tahu kenapa dulu saya ditolak, kata Wibowo Gunawan ( Pemilik perusahaan/President Director ) saya too qualified untuk jabatan yang dulu saya lamar. Dua bulan bekerja, saya dilihat bisa dan memiliki kemampuan untuk menjadi pekerja/marketing handal, sehingga pada saat PT.OVIS UTAMA terpilih oleh Singapura untuk memegang Master Franchise dari Card Connection International, Wibowo Gunawan menawarkan kesempatan bagi saya untuk menjadi Investor/pemegang saham. Saya sempat menolak karena masih trauma dengan kejadian di lantai bursa yang menghabiskan banyak sekali tabungan saya, tetapi dengan bijaksana Wibowo menerangkan bahwa saya mampu dan danggup menjalankannya bahkan deberikan fleksibilitas-fleksibilitas di dalam menghadapi kerugian yang akan terjadi terhadap bisnis tsb. Jadilah saya sebagai Seorang Pemegang Saham dan menjabat sebagai Direktur kecil.... Saya sempat menjadi "orang lain" waktu itu dengan berdandan selayaknya wanita usia 30-an dengan make up yang tebal dan berbusana seperti " Ibu-ibu " untuk menyulap si Tubuh kecil dan wajah yang masih sangat muda. Belum lama menjalankan bisnis tsb ( thaun 1997 ) terjadilah krisis moneter yang mengakibatkan bisnis tsb merugi terus menerus, tetapi produk yang tadinya hanya jaringan diskon diseluruh Indonesia dan Dunia, kita tambahkan value added nya sebagai PRIVILEDGE & PROMOTION Services, sehingga pendekatan kepada klien lebih rasional, yaitu pada saat krisis moneter, semua orang mau berhemat dengan fasilitas diskon, apalagi kalau mendapatkan fasilita GRATIS, misalnya makan , berenang, nonton, semua GRATIS, waktu berjalan sampai berakhirnya masa krisis secara berangsur-angsur...dan pada tahun 1999 mulailah puncak hyperbolic produk Card Connection di Indonesia dengan banyaknya klien yang bergabung dan menjadikan produk kita "dicari" untuk menambahkan fasilitas dari club/kartu keanggotaan dari setiap perusahaan.... Bisnis Card Connection bukanlah KARTU DISKON, kami tidak menjual atau menctak kartu, kami menjual Merchant Network, berupa logo yang akan ditempatkan di kartu anggota dari suatu perusahaan, dan mendapatkan pembayaran royalty dari jumlah yang dipesan, misalnya Satelindo membeli 250.000 logo dikalikan rupiahnya, Alfa Retailindo membeli 800.000 logo dikalikan dengan rupiahnya, begitu seterusnya sehingga saat ini anggota kami sudah mencapai 3,8 juta di Indonesia yang terdiri dari 198 perusahaan yang berafiliasi, dengan jaringan 1.900 merchants di Indonesia dan 43.000 dimanca negara. Suksesnya Card Connection menghantarkan saya ke jajaran pebisnis tangguh di Indonesia yang dipertimbangkan keahlian/skill saya di bidang marketing sehingga mendapatkan berbagai penghargaan dan bersamaan itu juga, lahirlah perusahaan-perusahaan baru dari perusahaan OVIS GROUP yang berjalan sejajar dengan bisnis-bisnis pribadi saya yang lain seperti jual beli properti, membuka restoran, sampai saya sanggup mencarter pesawat dan membuat kesempatan menjadi Entrepreneur sukses di Kalangan senior-senior yang telah exist sebelumnya. Apa yang menjadi prioritas dalam hidup Anda? Pada waktu usia saya di bawah 25 tahun, prioritas saya adalah : 1. Tuhan 2. Karir 3. My mother/keluarga 4.Urusan pribadi tetapi sekarang, hal tsb (tidak berubah banyak), hanya ada perbedaan ditingkat kedewasaan saya/seseorang, yaitu : 1. Tuhan 2. sesama /Lingkungan hidup 3. Karir 4.My Mother/Keluarga 5. Pribadi Alasan terhadap prioritas tsb adalah, Saya bersyukur memiliki Tuhan yang sangat baik terhadap hidup dan diri saya, saya nyaris tidak meminta, tetapi diberi, kalaupun saya meminta satu, saya diberi sepuluh...begitulah Tuhan...sangat memberkati hidup saya selama ini walaupun saya dilahirkan bukan di keluarga yang tergolong mampu, justru harus mengalami perceraian orang tua yang akhirnya menjadikan saya sebagai sosok yang tangguh dan pantang menyerah, menjadi kuat karena memiliki keadaan yang lemah, menjadi pintar karena terpaksa oleh situasi yang bodoh akibat perpisahan orang tua....saya pernah berfikir, kenapa saya harus dilahirkan di keluarga ini? Tidak memiliki figur seorang Ayah? Tetapi Tuhan sengaja menaruh saya di keluarga ini agar saya menjadi anak yang paling kuat bagi keluarga tsb. Saya harus mengubah kehidupan keluarga saya, saya ingin sekali membuktikan kepada orang-orang disekitar bahwa saya BISA, memiliki karir, pekerjaan dan mampu mengangkat derajat keluarga saya, sehingga urusan pribadi seperti pacar pun saya tidak terlalu memikirkannya. Saya mendapatkan banyak sekali pelajaran hidup, sehingga pada akhirnya saya tahu bahwa hidup ini hanya sementara, uang sebanyak apapun tidak akan kita bawa pada saat kita "pulang" nanti... Rejeki yang sebenarnya bukanlah apa yang saya dapatkan dalam bentuk uang di Bank yang nota bene "hanya numpang lewat", bukan juga Makanan yang kita makan yang merupakan rejeki yang sebenarnya, melainkan ."perpanjangan" tangan dan berkat kepada orang lain, itulah rejeki yang sebenarnya....dimana kita bisa melihat atau menciptakan kesuksesan bagi orang lain, menyelesaikan solusi dari masalah yang dihadapi oleh orang lain, sehingga orang yang bersangkutan dapat terus exist dan menjalankan hidup suksesnya sampai turun temurun...itulah rejeki kita...bersambung tanpa henti seperti aliran air ...walaupun sampai kita sudah "pulang" tetapi berkat/rejeki kita tetap tertinggal bagi orang lain yang meneruskan.... Sampai hari ini, saya tetap mencintai karir saya....saya tidak lagi mengeluh akan apa yang tidak/belum saya dapatkan, tetapi saya bersyukur akan apa yang telah saya dapatkan...hidup ini sangat indah bagi saya.....dan kalaupun 10 tahun mendatang tiba dan saya masih exist...saya melihat seorang Naomi Susan tetap sama...tetap bekerja...tetap berkarir.... Apa yang Anda lakukan untuk memotivasi diri? Saya memiliki MIMPI, dan mimpi itulah yang selalu menjadi motivasi bagi saya...I have to wake up and make it come true....I have to achieve it... jadi saya tidak pernah berhenti bermimpi dan menjadikannya reality…seperti juga angan-angan saya untuk bermimpi bisa membuat keseimbangan hidup…SUCCESS IS BALANCE itulah kalimat yang saat ini menjadi mimpi saya and I have to make it...oleh sebab itu saat ini saya sedang mempersiapkan bisnis baru yang akan merealisasikannya....sebuah kesimbangan hidup...disaat bisnis tsb sukses, maka keseimbanganpun akan selalu berbanding lurus.... Apa yang Anda lakukan untuk memotivasi bawahan? Saya keberatan menyebut " bawahan" karena saya selalu menyebutnya TEAM atau acapkali saya menyebutnya " anak saya " , tidak ada seorang Naomi Susan sampai hari ini kalau bukan karena Team saya, merekalah yang menciptakan keberadaan seorang Naomi Susan, Team saya layaknya seperti tanaman yang harus selalu saya sirami, tetapi kalau tidak tumbuh baik, maka saya akan mencabutnya dan menanam pohon baru untuk dapat tumbuh bersama.... Motivasi yang sering saya berikan adalah pengalaman hidup saya, sepak terjang pengalaman-pengalaman saya ( itu dari segi mental ) tetapi hidup dan kerja adalah NYATA adanya, tetap berprinsip kepada Komisi, Bonus, Jenjang Karir....dan saya selalu bilang bahwa " please help me to make you rich !!! terutama kepada team marketing saya, karena apabila saya mau Kaya dan Sukses, saya harus membuat orang lain kaya dan sukses dulu, sehingga saya akan lebih dari itu....saya akan sukses apabila bisa menciptakan orang – orang disekitar saya sukses, sukses dalam skala, ukuran dan kemapuan seseorang tentunya....misalnya..bagi seorang office boy akan puas dan merasa sukses walaupun hanya diangkat menjadi seorang kurir...dst Apa dan siapa yang paling berperan dalam karir Anda? Yang paling berperan di dalam karir saya adalah karakter dan sikap saya ( kuat, pantang menyerah, menjunjung tinggi suatu commitment, tidak suka berjanji, cepat dekat/mudah bergaul, selalu mau belajar, melakukan segala sesuatu dengan tulus, loyal terhadap sesuatu, menghargai semua orang, dll ) dan talenta berbicara Siapanya : 5 orang teman baik, my Mother dan kakak pertama saya Apa obsesi Anda dalam hidup dan karir? Obsesi dalam Hidup, saya mau menjadi orang yang "baik"...kata yang sangat pendek hanya 4 huruf, apapun definisi setiap orang terhadap kata tsb, yang jelas adalah...saya mau peka terhadap apa yang dilarang dan apa yang boleh dilakukan menurut ukuran atau ajaran yang selama ini kita percayai yaitu Kekuatan dan ajaran Tuhan....saya mau memiliki pasangan hidup, punya dua anak laki-laki yang nakal, so I have a partner to play and fighting ..... my little naughty and cute monsters....heheheheh.... Obsesi dalam karir ( dalam waktu dekat, sebagai mimpi saya yang harus dijadikan kenyataan ) , saya mau terus berkarya dan memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk menjadi new entrepreneur melalui bisnis baru saya yang akan launching di bulan Maret ( apabila tidak berhalangan ) Bagaimana Anda melakukan self improvement? Belakangan hari ini saya senang membaca berbagai macam buku, saya sering bertemu dengan senior-senior saya untuk sekedar berbincang dan menambah informasi terutama yang bersangkutan dengan bisnis baru yang sedang saya bangun, menonton VCD Motivasi, DVD seminar-seminar dari luar negeri dan setiap malam sebelum tidur, saya memikirkan apa yang telah saya lakukan hari ini...saya meminta maaf kepada orang-orang yang sekiranya hari ini telah saya kecewakan tanpa disengaja Setiap kali menjadi Pembicara Seminar, saya selalu merekamnya, saya menonton dan melihat diri saya sendiri dan mengetahui beberapa kekurangan yang harus diperbaiki... Meminta rekan-rekan terdekat untuk memberikan kritik, bukan pujian... "Mencuci" hati kepada beberapa rekan-rekan yang memang memiliki dan menjalankan Ibadah Agamanya dengan baik ( Kristen, Islam,Buddha,Hindu ) Apa yang paling Anda sukai dari pekerjaan Anda saat ini? Yang paling saya sukai adalah, bertemu dengan bermacam-macam karakter dari orang-orang yang saya temui, mendapatkan banyak pengetahuan baru dari berbagi bidang menyangkut usaha baru yang akan saya bangun, sampai dengan proses bagaimana kelahiran seorang bayi dari rekan saya yang seorang Dokter kandungan, ilmu-ilmu baru yang belum pernah saya pelajari, saya senang belajar dan rasa keingintahuan saya sangat besar, dan yang luar biasa yang sangat saya senangi saat ini adalah berbagi pengetahuan kebajikan kepada orang-orang yang saya temui, karena itu merupakan rejeki saya yang sebenarnya.... Bagaimana pula dengan pekerjaan Anda yang terdahulu? Yang saya sukai dari pekerjaan saya terdahulu adalah bagaimana saya bisa dihantarkan ke jajaran top marketer dan entrepreneur di Indonesia karena disiplin dan rasa pantang menyerah, tetap di posisi bertemu dengan orang-orang yang berbeda karakter dan berbeda bidang usahanya. Dari kesemuanya, dulu dan sekarang, yang saya sukai dari pekerjaan saya adalah BELAJAR...BELAJAR....dan BELAJAR.... Apa yang Anda lakukan dalam waktu senggang Anda? Apa hobi Anda? Waktu senggang saya lakukan untuk berkumpul dengan keluarga, bermain dengan keponakan-keponakan, karena waktu saya sangat padat akan kesibukkan, maka sesedikit apapun waktu luang saya, akan saya bagikan kepada keluarga saya....hobby saya nyanyi, traveling dan masak... Apakah pengalaman berharga yang menjadi pelajaran hidup Anda? Pengalaman berharga yang pernah saya alami adalah, pada saat saya ingin menjadi somebody, saya berharap ada orang yang mau membantu saya, tetapi saudara/family saya menutup pintu...dan teman saya membantu di waktu yang sangat tepat...saya bersyukur...berterima kasih...dan hal itu yang akan saya lakukan saat ini... bukan memberikan ikannya...tetapi kailnya...itulah pembelajaran hidup....teman saya tsb telah mendapatkan rejeki yang sebenarnya...seorang Naomi Susan saat ini tidak menyia-nyiakan kail yang dulu diberikannya, menunjukkan hasil ikan-ikan kecil sampai ikan besar, atas bantuannya yang dulu pernah diberikan...dan saya akan menyalurkan perpanjangan rejeki teman saya tsb kepada rekan-rekan saya yang lainnya...begitu seterusnya dan seterusnya...kail yang dulu pernah saya pinjam akan saya pinjamkan lagi kepada orang lain, agar dapat belajar menjaring ikan kecil sampai ikan besar pula.....biarlah kebaikan yang ada bisa memberkati orang lain lagi.... Bagaimana cara Anda membagi waktu dengan orang-orang terdekat Anda? Dengan cara makan bersama, atau just stay at home , talking and sharing....kalau pas liburan….seperti yang telah saya lakukan sebelumnya..memboyong semua keluarga berlibur dengan pesawat yang saya charter sendiri….beramai-ramai…hmmmm so wonderful…. Apakah Anda menyukai inovasi? Bisakah Anda sebutkan inovasi apa yang Anda kembangkan? YUP, orang-orang bilang , saya kreatif…saya pernah membuat inovasi membuat BISNIS BROKER, yang saya anggap bukan hanya property saja yang bisa diperjual belikan, tetapi bisnis juga bisa… Saya pernah membuat bisnis konvensional di bidang periklanan, yang harusnya viewer/ pembaca iklan harus membeli dan membayar media cetak, saya ubah menjadi DIBAYAR, hanya melihat iklan, tapi dapat uang…..sedangkan si advertiser tidak perlu membayar apabila tidak ada yang melihat iklannya Lalu terobosan membuat discount merchant network yang tadinya konvensional melaui kartu diskon, menjadi virtual hanya melalui SMS |