Newsflash
Achievement And Awards
Achievement And Awards PDF Print E-mail
User Rating: / 0
Written by Administrator   
Sunday, 18 May 2008

 ACHIEVEMENT AND AWARDS

 

PRESTIGE    

       

      Wira Bhakti Nugraha Award 2000 – Hilton Hotel 

      Citra Indonesia Award 2001 – Hotel Indonesia 

      Citra Kartini Award 2001 – Hilton Hotel

      Cipta Karya Abdi Persada Award 2002 – Sahid Jaya Hotel

      Mahabhakti Adikarya Utama Award 2002 – Aryaduta Hotel

      ASEAN Entrepreneur Golden Award 2002–Mandarin Oriental Hotel

      ASEAN Programme Consultant Award 2003 – Shangrilla Hotel

      International Best Executive Awards 2004 – Shangrilla Hotel

      Indonesian Best Executive Award 2005-May 27th, Mandarin Hotel

    Simbol Prestasi Disiplin 2005 ( Discipline's Symbol August 2005 )

 

EXCLUSIVE Achievements:

 

“ 50 tokoh wanita paling berpengaruh di Indonesia “ versi majalah SWA ( Swasembada ) – 2002 ( One of Fifty Powerful Woman in Indonesia, SWA Magazine version )

 

“ 18 Pengusaha Sukses di bawah usia 35 Tahun di Indonesia “ Versi majalah Warta Ekonomi – 2002 ( 18 Successful Entrepreneur under age 35 years old, Warta Ekonomi Magazine version ) 

 

“ 100 tokoh sukses menurut diagram Robert T. Kiyosaki “ versi majalah SWA ( Swasembada ) – 2003 ( One of Hundred Figur Successful base on Robert T Kiyosaki's diagram, SWA Magazine version ) 

 

“ 10 Wanita Sukses Profesi dan Prestasi “ versi majalah DEWI  – 2003 ( Top 10 Successful Woman in Profession & Achievement, DEWI Magazine version )

 

“ 20 Pengusaha Sukses di bawah usia 35 Tahun di Indonesia “ Versi majalah Warta Ekonomi – 2004 ( 20 Successful Entrepreneur under age 35 years old, Warta Ekonomi Magazine version ) 

 

“Srikandi Tangguh, Bukan Wanita Biasa” Versi Majalah SWA – 2005 ( Superwoman - Extraordinary Woman, SWA Magazine version ) 

 

“Entrepreneur Muda di bawah usia 35 Tahun “ Versi Warta Ekonomi – 2005 ( The Young Super Successful Entrepreneur under age 35 years old, Warta Ekonomi Magazine version ) 

 

” Single On Top Awards” Versi Single Executive Club – 2006 ”Tercatat di MURI ( Musium Rekor Indonesia / Indonesian Book of Record ) sebagai Pembeli pertama komputer Notebook yang berlapis Emas dan Bertahtakan Berlian (BYON)

 

 

 

Dengan sederet prestasi dan kiprahnya di bidang bisnis, Naomi yang ditujuk sebagai Chief Representative Institute Optopreneur di Indonesia mengakui merasa senang  karena mendapatkan kepercayaan yang untuk mengomandani program beasiswa  bagi siswa pintar di Indonesia. Apalagi ada orientasi bagi yang kurang mampu dan ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

 

 

 

“Kesempatan ini membuat saya bangga dan terharu, sebab ini seperti mengaca pada diri saya sendiri yang dulu berasal dari kalangan yang kurang mampu namun percaya bahwa saya bisa menjadi pintar asal saya mau belajar sungguh-sungguh dan berhasil meraih keinginan yang tinggi dengan usaha kerja keras.

 

 

 

Ketika kesempatan ini diberikan pada saya, segera saya siasati dengan maksimal bagaimana untuk dapat lolos dalam tes dari pihak Malaysia agar dapat lebih mempertimbangkan saya sebagai komandannya, tujuan saya agar beasiswa ini bisa dinikmati oleh calon mahasiswa dari seluruh Indonesia.... yang belasan tahun lalu merupakan harapan saya sebagai salah satu siswa yang punya mimpi ini...” Ada 33 propinsi di seluruh Indonesia yang akan ditangani Naomi untuk penyaringan calon penerima beasiswa tersebut. Ada 2 ( dua ) metode penyaringan akhir, yaitu menentukan apakah siswa harus bayar penuh biaya pendidikan atau mendapatkan beasiswa. Apalagi ada kebijaksanaan dengan mengutamakan para siswa yang kurang mampu melanjutkan pendidikan ke Universitas, ini tentunya akan memunculkan banyak harapan. “Bisa dibayangkan bagaimana seorang anak dari keluarga biasa-biasa saja, lalu dengan kepandaiannya bisa kita boyong ke KL untuk menjalani pendidikan disana.

 

 

 

Lalu setelah lulus, dia bisa mengajak kedua orangtuanya untuk datang ke KL menghadiri wisuda. Selanjutnya, anak tersebut merupakan lulusan IO yang sudah memiliki pengalaman plus, sehingga dengan mudah bisa mendapatkan peluang kerja atau peluang usaha di negaranya masing-masing,” kata Naomi bangga.  Dengan nada rendah dara anak ke 3 dari 4 bersaudara ini mengaku tidak merasa dirinya menjadi seorang pahlawan dengan kesempatan besar yang diberikan kepadanya.

 

 

 

Justru Naoimi merasa ini adalah saat untuk berbagi pada para remaja yang masih memiliki harapan cerah.  “Dengan kesempatan ini, saya belum merasa apa-apa. Saya bukan pahlawan. Jujur saja saya memang mendapatkan sesuatu dari kegiatan ini. Saya adalah pebisnis, sangat transparan bahwa saya mengelola program ini dengan harapan 2 ( dua ) arah. Antara sebagai pebisnis dengan strategi ke depannya menjadi pengusaha di bidang franchise Optic atau yang lainnya yang dapat di sinergi kan dengan Dato' Dr. Chin sebagai sosok panutan sukses, mendapatkan jaringan Internasional dengan menggabungkan bisnis-bisnis saya yang lainnya baik di Indonesia maupun di ruang lingkup Dato' baik EOG maupun dari IO nya sendiri, dan arah yang lainnya adalah berkesempatan menjadi jembatan pembuka era globalisasi bagi siwsa-siswa Indonesia ke pintu gerbang Internasional. 

 

Bayangkan Tiga tahun dari sekarang, saya bersama anak-anak yang akan mendapat beasiswa ini akan menikmati hasilnya,” katanya serius.  Dalam menghadapi rekanan bisnis, dirinya memang dikenal termasuk pebisnis yang berani mengambil resiko. Namun demikian Naomi mengaku bahwa dalam menghadapi rekanan bisnisnya atau yang lain, dia selalu berpegangan pada prinsip Commitments is everything. Oleh karenanya, Naomi berbisnis melibatkan investor asing maupun lokal untuk bidang-bidang usahanya.

 

 

 

Sampai hari ini tercatat hampir 15 Investor tetap yang mempercayakan investasinya kepada Naomi sejak 12 tahun lalu. ” Investor saya adalah teman-teman saya yang dari dulu sampai sekarang tetap mau bergabung dalam bisnis yang saya tawarkan, walaupun dari tiap bisnis yang saya jalankan tidak semuanya pasti berhasil, pasti ada pasang surutnya, tapi mereka sangat loyal dan mengerti selama diberikan transparansi, aktualisasi dan potensi ke depannya maupun projeksi yang tidak semuanya harus terlihat 'profit'. Sebagai a good businessman, I should know when to start, when to hold and when to stop. ” ungkap Naomi menutup pembicaraan.